Inspiration

Ekspektasi Diri

Ekspekatasi Diri

Sambil menemani Asia, anak pertama saya, saya menonton film Petualangan Sherina  di kamar. Dia begitu menikmati film tersebut, yang memang untuk konsumsi anak-anak. Saya juga cukup terkesan dengan film itu, sampai-sampai walaupun film habis, saya sempatkan membaca nama orang-orang di balik film itu, yang biasa muncul setelah film selesai.

Saya terkejut membaca salah satu nama pendukung dalam film itu. Tentu hanyalah orang-orang di balik layar yang tidak terlalu populer dan jarang mendapatkan apresiasi penonton. Tapi saya menemukan seorang teman saya menjadi salah satu team manager film Petualangan Sherina. Sebuah kesuksesan yang sangat bagus untuk usia mudanya.

Langsung saya mencari agenda kuliah saya dan menemukan nomor telepon rumahnya. Saya mencoba menghubungi dan orang rumah memberikan handphone-nya. Memang kami teman dekat, kerena dia pernah menjadi pelatih taekwondo semasa saya kuliah dan sering kali dia menginap di tempat kos.  Saya ingat benar, di setiap event dia selalu menjadi seksi dokumentasi, kemana-mana membawa kamera atau handycam. Sama sekali saya taidak mengira kalau dia suka atau tertarik di dunia film.

“Hai, To! Apa kabar?” Suara saya pasti mengagetkannya, kerena lebih dari lima tahun kami tidak pernah berhubungan.

“Siapa, nih?” tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu.

“Aku, Hari Subagya,” kujawab dengan nama lengkap, agar segera ingat.

Kami berbicara banyak. Inti yang ingin saya sampaikan, ternyata dia memang memiliki keinginan yang besar untuk terlibat di dunia film. Dia juga telah membuat ekspektasi untuk dirinya dengan target yang tinggi. Cita-citanya begitu baik. Dia tidak pernah meremehkan kemampuan dirinya sendiri.

Apa pun yang pernah Anda capai merupakan refleksi dari diri Anda. tolong bayangkan, sampai seberapa tinggi kesuksesan yang bisa Anda capai. Semua yang sudah Anda ketahui hanya mengandung sebagian kecil dari porsi pengetahuan yang bisa Anda miliki.

Coba renungkan jika Anda berusaha untuk menembus horison atau batas kesuksesan yang Anda yakini saat ini. Anda akan jauh lebih sukses dari yang sekarang Anda capai. Sungguh yakinkan pada diri Anda bahwa kesuksesan dan kemampuan Anda benar-benar tak terbatas.

Jika ekspektasi Anda hanya sebatas pada apa yang Anda pernah kerjakan, tentu hal ini sangat rendah dari kemampuan Anda yang sebenarnya. Pasang ekspektasi Anda di tempat yang tinggi dimana potensi Anda paling hebat bisa Anda capai.

Apa yang paling Anda inginkan untuk dicapai, akan menjadi aliran kuat yang akan membawa Anda menuju ekspektasi atau tujuan Anda. semakin tinggi harapan Anda, maka akan semakin tinggi pencapaian Anda.

Jika Anda beranggapan hari ini tidak akan lebih baik dari kemarin, maka itulah yang akan terjadi. Selalu membuat ekspektasi dan harapan yang tinggi dari realitas kehidupan Anda, maka realitas kehidupan akan mengikuti ekspektasi Anda.

Jangan pernah meng-underestimate diri Anda sendiri.

Sekarang saatnya Anda membuat ekspektasi yang spektakuler untuk diri Anda sendiri. Anda benar-benar bisa menjadi manusia baru di tahun mendatang bila Anda memiliki ekspektasi yang spektakuler untuk diri Anda sendiri. Yakinkah pada diri Anda, bahwa Anda baru mengeluarkan seperlima dari kemampuan Anda, atau bahkan baru satu persen. Sungguh, Anda sebagai manusia memiliki kemampuan tidak terbatas.

Sekarang saatnya Anda mengubah ekspektasi diri Anda. Saatnya mengubah cita-cita Anda. Buatlah cita-cita yang tinggi. Buatlah cita-cita yang banyak. Dan Anda harus yakin, apa yang Anda jalani saat ini, masih jauh dari kemampuan sejati Anda.

Ketidakmampuan kita melihat core competent yang ada pada diri kita, bukan berarti kita tidak memiliki kompetensi diri, namun kerena kita tidak mencari dengan cermat atau tidak melihat dari berbagai perspektif. Coba lihat kembali kemampuan Anda dengan lebih teliti dan dari sudut pandang yang beragam. Temukan keunggulan sejati Anda dan mulailah membuat ekspektasi yang spektakuler untuk Anda sendiri.

“Whatever we expect with confidence becomes our own self-fulfilling prophecy.”

-BRIAN TRACY-

Sumber : “99 Jalan Menuju Kesuksesan yang Spektakuler” (Hari Subagya).

Leave a Comment